al azmi media

Senin, 04 Maret 2013

keadilan universal bagi manusia

Keadilan universal adalah keadilan yang selalu ditegakkan pada seluruh manusi dengan wajar dan tanpa rekayasa dengan sebenar benarnya. Baik berhubungan dengan keadilan sosial, ekonomi, hukum dan keadilan yang berhubungan dengan kemanusiaan tanpa diskrimanasi baik atas dasar ras, agama, budaya dan suku bangsa. Kepentingan kemanusiaan diatas kepentingan segala galanya diatas kepentingan kelompok dan golongan. Semoga jadi renungan bagi kita semua dengan selalu mengharap rahmat Tuhan dan terhindar dari murkaNya.




KEADILAN UNIVERSAL BAGI MANUSIA


Oleh : Ahmadi Yasin, MSy

         KEADILAN TERMINOLOGIS, Aduuuh sungguh sangat sulit saya membayangkan tentang terminologi  keadilan, apalagi ketika televise menanyangkan secara langsung tentang sidang sidang mengenai abdi Negara atau rakyat jelaka yang berurusan hukum misalnya pencuri sandal jepit versus berita tentang pelanggaran hukum dari para elit. Negeri sepertinya karena saya sering menyaksikan hal yang menurut nurani sangat bertentangan. Belum lagi soal hukum yng menimpa rakyat jelata versus berita kasus hukum pejabat Negara. Dalam memerikan arti tentang keadilan itu saya tambah bingung, apa lagi kalau saya bandingkan dengan pelajaran yang saya terima dari kiyai ketika dalam kehidupan pondok pesantren dulu. Ya tidak apa apa bingung sedikit biar pantas menjadi agak pilon (kelihatan bodoh). Keadilan merupakan kata bentukan dari ADIL dalam terminologis pesantren adalah menempatkan sesuatu pada tempat yang semestinya, dengan mengambil kata yang bertentangan adalah DZALIM. Apakah dengan demikian orang yang tidak berlaku adil berarti berbuat kedzaliman. Jawaban itu akan didapat mana kala kita melihat praktik penegakan yang dilakukan itu setimpal atau tidak. Atau bagaimana penegakan hukum itu sesuai dengan kesalahan berat atau tidaknya. 
         KEADILAN PRAKTIS, masyarakat kita barang kali  ada yang telah bosan mempersepsikan tentang keadilan yang ada disekeliling kita, karena melihat begitu seringnya menyaksikan berita yang tidak berimbang, ketika seseorang melakukan pelanggaran hukum, siapa dulu yang melanggar, orang melarat ataukan pejabat, anak orang sengsara ataukah anak orang yang hidupnya penuh dengan harta. Ini biasanya perbedaan dalam menerima keadilan. Saya sungguh ingin menangis ketika menyaksikan hukuman berat dikenakan bagi tukang patri yang keliru dalam melakukan mematri yang empunya tidak terima, juga bingung melihat kasus hukum anak menteri begitu mendapatkan perlindungan dengan penuh penjagaan dan dirahasiakan, apakah ini tanda keadilan yang hampir menimpa seperti zaman purba dulu katanya. Hukum zaman purba dalam liliput (negeri dongeng) katanya anak raja tidak pernah dikenakan sangsi walaupun membunuh, rakyat jelata dikenai sangsi yang sengsara ketika menjadi terdakwah. Waduuh jangan begitu ya ! bolehlah kita lakukan seandaikan tidak ada kehidupan setelah jasat kita jadi tanah kemudian dikumpulkan lagi oleh cacing cacing tanah kemudian bersatu lagi atas izinNya dan ditanya apa yang telah kamu perbuat di dunia. Ha ha ha sepertinya  ada yang berlaku sinis kepada saya karena kata kata ini dianggap pantas diucapkan oleh orang yang sengsara, tak punya harta, rakyat jelata yang dianggapnya hidupnya tidak berharga. Tidak apa apa setidaknya saya mungkin akan lebih disayang oleh YANG MAHA KUASA yah ! heeem.
       KEADILAN JADI TIRANI dalam kehidupan kita manakala hukum berjalan berbalik bagi keadaan disekitar kita, bagaimana tidak ! kasus hukum sering ditumpangi kepentingan kepentingan yang bermacam macam sehingga akan menggeser nilai keadilan itu sendiri. Orang miskin mencuri beras mungkin hanya karena tidak makan ketika yang dicuri itu maksimal memenuhi kebutuhan perut saat sehari, kecuali yang dicuri untuk kebutuhannya setiap hari dan sepanjang hidupnya. Kalau demikian itu kan tidak pantas menurut nurani kita dipenjara. Mestinya orang yang mencuri sapi atau daging sapi untuk menghidupi dia dan keluarganya dan untuk foya foya inilah yang harus dihukum seberat beratnya. La la la pencuri dengan bersiul dengan gembira karena dia tahu tidak tikenakan apa apa seperti kasus hukum ditangan polisi india dalam sebuah cerita. Inikah yang disebut keadilan jadi tirani. Yaitu menghukum berat orang yang tidak perlu dihukum, dan membebaskan orang yang mestinya dikenai hukum berat tapi dilepaskan. Pelajaran waktu saya sekolah sepertinya berbanding berbalik. Orang yang salah adalah salah dan harus mendapatkan sangsinya. Orang yang tidak bersalah harus bebas dari tuduhan dan penjara. Ternyata hanya beda tipis. Orang yang bersalah dipenjara tapi merupakan rekayasa saja. Wah wah wah !
        KEADILAN SUNGGUH TIDAK MERATA jika kita cermati yang sesungguhnya dalam kehidupan sehari hari kita, dalam contoh kalau ada pengemis mungkin suruh menunggu diluar rumah dengan rasa hina. Ketika datang orang yang mulia begitu sumringah dan bangga serta sangat menghormatinya. Padahal kita sama sama manusia. Katanya salah satu tanda bahwa dunia ini sudah tua adalah jika seorang miskin yang terpidana keadilan ditegakkan jika pejabat yang terpidana dibebaskan. Ketika saya lihat semacam ini hati saya bertanya memangkah dunia ini sudah tua, yang seperti  digambarkan ketika orang suci diangkat ke arsy (kekuasaan Tuhan) lalu diperlihatkan orang yang sudah sangat tua renta, orang suci bertanya kepada guide nya apakah yang saya lihat tadi artinya, itu pertanda zaman yang kamu lalui ini adalah sudah sangat tua sekali. Dan diperlihatkan lagi tentang yang berhubungan dengan prediksi hukum penegakkannya condong mengikuti hawa nafsunya manusia pemegang otoritas yurisdiksi .Hukum ada yang dibarterkan dengan beberapa kepentingan, perempuan ataupun kekayaan. Astaghfirullah !
        KEADILAN HANYA TUHAN yang menegakkan, namun manusia tidak boleh mempermainkan keadilan walaupun yang bisa berbuat adil dengan seadil adilnya hanyalah TUHAN. Manusia harus berusaha maksimal berbuat adil paling tidak berdasarkan hukum yang telah ditetapkan Tuhan rambu rambunya sebagai garis besar haluan hukum dengan terjemahan keadilan oleh manusia berdasarkan fikirannya dengan nuraninya. Sepertinya memang keadilan itu merupakan ajaran Tuhan bahkan janji Tuhan dengan janjinya itulah pasti Tuhan tidak akan bergeser sedikitpun dari keadilan yang telah Tuhan ajarkan melalui Rasulnya dan dasar dasarnya telah ditetapkan dalam kitab suci. Amnesti Tuhan saja memakai pertimbangan pertimbangan Jika pelanggaran hukum dengan kapasitas dosa besar itu tidak termasuk yang mendapatkan amnesty (pengampunan) dengan cepat ada tahapan tahapannya. Ada ironi yang kita saksikan mengapa orang yang melanggar dosa besar dan jumlahnya baanyak sekali kurbannya dan dia telah menikmati banyak uang dari kejahatannya begitu cepat dapat grasi dan amnesty. Apakah keadilan seperti dalam dongeng liliput ini TUHAN tidak murka. Tuhan pasti murka, bencana kemanusiaan datang , itu murka tuhan,  tatanan sosial dan hukum yang kacau itu juga murka Tuhan. Ini akibat dari kita suka bermain acrobat dengan hukum tuhan.
         KEADILAN MERUPAKAN KISAH LAMA, dalam sejarah kehidupan umat manusia menjadi ajaran pokok ummat manusia melalui para utusannya yang berdasarkan firman Tuhan. Kisah lama hukum itu sendiri terjadi sejak nabi pertama sampai nabi penutup zaman yang terjadi abad ke 6 masehi yang mana ajaran keadilan telah mencapai puncaknya dan ajaran keadilan memang ditegakkan dengan cara yang lurus. Ketika itu tidak ada penegakkan hukun dan keadilan dengan cara bengkok seperti sekarang ini. Zaman ini sering kali kita menyaksikan penerapan hukun dengan cara bengkok, rekayasa, barter, imbal manfaat atau istilah lain SIMBIOSIS MUTUALISTIK atau membantu saling menguntungkan. Keadilan hukum mestinya tidak mengenal pemahaman itu, pemahaman hukum boleh ditafsirkan namun tidak boleh dibengkokkan. Ini pembelokan keadilan. TUHAN SANGAT MURKA !!!
        KEADILAN HANYA DILUAR ALAM DUNIA merupakan wacana pengingkaran terhadap ajaran tuhan, keadilan tetap dapat diterapkan di dunia fana ini selama ajaran Tuhan diikuti oleh semua ummat manusia dan taat kepada aturan yang sudah menjadi ketentuhan yang         maha adil yaitu TUHAN YANG MAHA KUASA ATAS SEGALA YANG ADA. Sesungguhnya keadilan bisa ditegakkan oleh penegak keadilan dengan penuh tanggung jawab terhadap keadilan itu sendiri. Ingat cerita bencana yang ditimpakan manusia yang hidup sebelum manusia generasi kita ini. Ingat kaum manusia yang pernah ada ribuan tahun sebelum orang suci bernama isa di lahirkan kedunia. Ada yang ditengelamkan, ada yang dilanda hujan petir, ada yang dilanda suhu panas yang sangat yang tidak bisa diatasi dan berakhir dengan kematian, ingat bedncana kemanusiaan berupa penyakit kelamin dan kisah kisah yang lain yang telah menimpa kepada kaum terdahulu. Kita berdoa semoga berbagai bencana yang menimpa orang terdahulu tidak pernah terjadi hari ini, itu tidak akan terjadi manakala kita dapat menegakkan hukum  tuhan dengan benar dan penuh dengan keadilan.
        KESIMPULAN, keadilan universal adalah keadilan yang selalu ditegakkan pada seluruh manusi dengan wajar dan tanpa rekayasa dengan sebenar benarnya. Baik berhubungan dengan keadilan social, keadilan ekonomi, keadilan hukum keadilan yang berhubungan dengan kemanusiaan tanpa diskrimanasi (perlakuan yang berbeda) baik atas dasar ras, agama, budaya dan suku bangsa. Kepentingan kemanusiaan diatas kepentingan segala galanya diatas kepentingan kelompok dan golongan. Semoga jadi renungan bagi kita semua dengan selalu mengharap rahmat Tuhan dan terhindar dari murkaNya. Sekian.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar