al azmi media

Kamis, 04 April 2013

batik sebagai ekstra unggulan daerah

Madrasah Tsanawiyah Negeri Lengkong tidak lagi boleh disebut Madrasah terbelakang, tidak maju,  menciptakan kemandegan belajar pasca lulus MTs Negeri Lengkong, namun harus terdapat image (anggapan) bahwa setelah lulus dari MTS Negeri Lengkong mengantarkan siswa meraih cita cita tertingginya bahkan mengantarkan siswanya menjadi Profesional, Berkualitas, Tercapai cita cita tertingginya dengan bekal keterampilannya. MTsN Lengkong memiliki target munculnya pengrajin batik khas Lengkong.


BATIK SEBAGAI EKSTRA UNGGULAN DAERAH
di MTs NEGERI LENGKONG NGANJUK

oleh Ahmadi, M.Sy 


A. LATAR BELAKANG
         Dalam rangka untuk meninkatkan mutu dari hasil pendidikan agar memiliki life skill yang secara langsung dapat di aplikasikan dalam kehidupannya sehari hari serta dapat menaktualisasikan dirinya dalam bentuk keahlian khusus atau kecakapan hidup secara khusus maka, MTs Negeri lengkong menganggap bahwa perlu adanya usaha untuk meningkatkan mutu dibidang kecakapan khusus bagi siswanya dan para siswa dalam lembaga yang lain yang memiliki kemauan untuk bergabung atau menjadi binaan MTs Negeri Lengkong.  sehingga menganggap penting adanya kegiatan ektra kurikuler yang baik yang mendudukung masa depan siswa dalam menjalani hidupnya sehingga kehidupannya tidak tergantung dengan orang lain karena memiliki keterampilan husus yangdapat menghasilkan uang.
           Bedasarkan Undang Undang Republik Indonesia Nomor ; 20 Tahun 2003  Tentang Sistem Pendidikan Nasional sungguh sangat memberikan peluang dari adanya sebuah upaya untuk usaha peningkatan mutu pendidikan serta memberikan peluang tentang pelayanan pendidikan dengan menyiapkan siswanya untuk memiliki skil life atau kecakapan hidup dengan harapan siswa nantinya akan dapat eksis dalam kehidupannya sehingga siswa tersebut mampu berdiri sendiri tidak tergantung hidupnya pada orang lain dan menjadi beban kehidupannya bagi orang disekelilingnya.
UU Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal  (36) ayat  :
1.   Pengembangan kurikulum dilakukan dengan mengacu pada standar Nasional pendidikan untuk mewujudkan tujuan pendidikan Nasional.
2.   Kerikulum pada semua jenjang dan jenis pendidikan dikembangkan dengan prinsip diversifikasi sesuai dengan satuan pendidikan, potensi daerah dan peserta didik.
3.   Kurikulum disusun sesuai dengan jenjang pendidikan dalam kerangkan Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan memperhatikan :
a.   Peningkatan iman dan takwa
b.   Peningkatan akhlak mulia
c.   Peningkatanpotensi, kecerdasan, dan minat peserta didik
d.   Keragaman potensi daerah dan lingkungan
e.   Tuntutan pembangunan daerah dan Nasional
f.    Tuntutan dunia kerja
g.   Perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni
h.   Agama
i.     Dinamika perkembangan global, dan
j.    Persatuan Nasional dan nilai nilai kebangsaan
4.   Ketentuan mengenai pengembangan kurikulum sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), ayat (2), dan ayat (3) diatur lebih lanjut dengan peraturan pemerintah

          Dengan demikian MTs Negeri Lengkong pada prinsipnya adalah mengembangkan kurikulum bidang mata pelajaran SBK (seni budaya dan keterampilan) menuju skil life (Kecakapan hidup) agar seorang siswa setelah mengikuti program pendidikan dalam satuan pendidikan diharapkan memiliki kecakapan husus sehingga dia dapat surviv  atau dapat mempertahankan hidupnya tanpa ketergantungan kepada orang lain.

B. TUJUAN PERENCANAAN
         Didalam menyusun perencanaan ini sangat erat hubungannya dengan dasar pemikiran, pelaksanaan, budgeting kegiatan, otoritas serta sumber daya manusia sehingga dalam perencanaan ini diberikan informasi sedalam dalamnhya dan sedetail detailnya sehingga dapat menjadi satu penahaman apa yang akan dilakukan sesuai dengan scheduling (penjadwalan waktu) dan seberapa besar biaya yang dibutuhkan, alat bahan praktik dan lain lainya. Maka perlu adanya penjelasan dan informasi agar dapat dilaksanakan dengan baik dan mendapat dukungan ; Pemerintah daerah, Dewan kerajinan Nasional di daerah, kementerian Agama serta lembaga lembaga yan terkait karena  tindakan ini adalah bagian dariproses pendidikan. Tujuan tujuan tersebut dapat dirinci sebagai berikut :
1.   Mengkomunikasikan program MTs Negeri lengkong dengan otoritas pendidikan yang lebih tinggi di Kementerian Agama
2.   Mengkomunikasikan program MTs Negeri Lengkong Nganjuk dengan Pemerintah Daerah dalam otoritas Bupati Nganjuk
3.   Mengkomunikasikan program MTs Negeri Lengkong Nganjuk dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI
4.   Mengkomunikasikan program MTs Negeri Lengkong Nganjuk dengan Dewan Kerajinan Nasional (DEKRANAS), pusat dan daerah.
5.   Mengomunikasikan program MTs Negeri Lengkong Nganjuk dengan semua masyarakat pendidikan dan terdidik serta masyarakat luas secara umum termasuk kepada komite madrasah dan orang tua wali

Demikian deskripsi tentang tujuan perencanaan yang dalam rencana pelaksanaannya akan dilaksanakan tahun ajaran 2013-2014

C. JENIS KEGIATAN
        Jenis kegiatan ini  adalah kegiatan Ko Kurikuler (terpadu sebagai pengembangan kurikulum SBK) yang dalam kegiatannya terpadu dengan kegiatan ektra kurikuler “Membatik” dengan harapan akan melahirkan dari kalangan alumni sebagai seorang :  (1). Pengrajin batik (2). Interpreneur atau pengusaha bidak batik dengan jenis batik tulis dan batik jumput.  Kegiatan ini nantinya akan dilaksanakan terbuka bagi semua siswa yang termasuk menjadi program ektra kurikuler wajib bagi siswa Mts Negeri lengkong, dan terbuka bagi sekolah dasar yang berhasrat untuk mengikuti program ini serta madrasah Ibtidaiyah.

D. NAMA PROGRAM
           Nama Program   ektra kurikuler MTs Negeri Lengkong ini diberikan nama Program ektra Unggulan Daerah (PeUD) MTs Negeri Lengkong Nganjuk. Oleh karena itu dengan harapan akan mendapatkan dukungan dari pemerintah Kabupaten Nganjuk baik dukungan moril. Material serta dukungan tenaga yang dapat memperkokoh pelaksanaan program. Disisi lain diharapkan ini menjadikan program yang terdapat sinergi antara madrasah dengan lembaga yang lebih tinggi dalam kamunikasi kerja dengan Kementerian Agama, serta menjadi sinergi dengan lintas sektoral dan Pemerintah Kabupaten Nganjuk.

E. PELAKSANAAN PROGRAM
         Program PEUD (program ektra Unggulan Daerah) ini akan mulai dilaksanakan pada tahun pelajaran  Tahun 2013-2014 dan akan di Launching (diresmikan) pada tanggal 17 juli  Tahun 2013 dan ini bertanda sebagai permulaan pelaksanaan program dan dapat  bermanfaat bagi masyarakat. Hal ini yang menjadi harapan lahirnya program PEUD (program unggulan daerah) tersebut.

F.  PESERTA PEUD (PROGRAM EKTRA UNGGULAN DAERAH)
          Para pererta  program ini adalah para siswa :
1.   Semua siswa MTs Negeri Lengkong Nganjuk
2.   Dianjurkan bagi para siswa/siswi sekolah dasar dan siswa/siswi Madrasah Ibtidaiyah (dengan syarat tertentu).
3.   Para guru atau tenaga kependidikan yang memiliki kepentingan dengan program ektra unggulan daeran (PEUD) dalam kegiatan “MEMBATIK” atau lainnya dengan ketentuan husus yang disepakati.

G. GURU PEMBIMBING
           Dalam pelaksanaan program ektra unggulan daerah (PEUD) “MEMBATIK” dibutuhkan para pembimbing/guru atau instruktur  dibidang membatik sebagai berikut :
1.   Instruktur inti Yaitu guru SBK (seni budaya dan kesenian) yaitu : Diah Ekowati M, SPd.
2.   Koordinator PEUD (program ektra  unggulan daerah),  (ditentukan kemudian hari)
3.   Suka relawan dan bantuan tenaga jika ada untuk membantu instruktur inti
4.   Kebutuhan akan instruktur disesuaikan dengan kebutuhan

H. Budgetting
           Perencanaan yang berhubungan dengan alat atau barang yang dapat mendukung terselenggaranya kegiatan ektra dengan lancar adala sebagai berikut :
1.   Pengelompokan
Siswa dalam melakukan kegiatan membatik dikumpulkan dalam kelompok untuk tindakan efisiensi, dan efektifitas suatu kegiatan membatik sehingga dapat berjalan cepat dan secepat mungkin siswa dalam melakukan praktek :
a.   Per kelas dijadikan 5 kelompok
b.   Perkelompok terdiri dari 8 siswa

2.   Kebutuhan alat alat

a.           Kompor kecil
b.           Wajan kecil
c.            Canting                                   Rp 175.000  per set
d.           Gawangan 1 unit                   Rp 50.000
e.           Kompor besar 1 Unit            Rp 200.000
f.             Dandang besar 1 unit           Rp 150.000
g.           Bak 2 unit                               Rp 80.000
h.           Sarung tangan 2 Unit            Rp 100.000
                                        Jumlah                                     Rp 755.ooo     X 5 = 3.775.000

3.   Kebutuhan bahan :
3.1.       Batik tulis per kelompok 8 orang
a.      lilin malam per potong       Rp 20.000
b.     Pewarna 3 macam                RP 24.000
c.     Garam diosol 100 grm         Rp 15.000
d.     Soda abu                                Rp 6.000
e.     Kain katoon 2.5 m/ptng       Rp 50.000
                              Jumlah                                     Rp. 115.000

3.2.       Batik Jumput per Kelompok 8 siswa
1.     Pewarna 3 macam                Rp. 24.000
2.     Garam diosol/grm biasa       Rp. 15.000
3.     Tali Pengikat                           Rp. 5.000
4.     Kain 2.5 m                               Rp. 50.000
                              Jumlah                                     Rp 94.000

Maka kebutuhan material untuk membatik dalam satu kali membatik mulai  proses sampai finis adalah sebagai berikut :
1.   Bahan dan alat mulai proses sampai finish Rp 94.000+115.000+3.775.000X5 Kelompok X12 Rombel Jumlah  Rp 93.108.000 (Sembilan puluh tiga juta seratus delapan ribu rupiah) dalam dua semester dengan menghasilkan :
a.   60X2 potong batik tulis  120 potong
b.   60X2 potong batik jumput 120 potong
2.   Jika per satu lembar batik tulis dijual Rp 100.000 (seratus ribu rupiah) maka sama dengan 120 buah batik X 100.000 =  12 Juta
3.   Demikian juga batik jumput  120 X 100.000 = 12 juta

I.  Pendanaan
1.   Pendanaan ini akan dilakukan oloeh madrasah tsanawiyah Negeri Lengkong Kabupaten Nganjuk
2.   Pendanaan oleh Komite Madrasah Tsanawiyah Negeri Lengkong Kabupaten Nganjuk
3.   Masyarakat yang peduli peningkatan kualitas pendidikan
4.   Para dermawan yang mau membantu
5.   Masyarakat secara unum

J.  Target Dan Tujuan
1.   Target yang ingin dicapai adalah bahwa para siswa Madrasah Tsanawiyah Negeri Lengkong Nganjuk sehabis lulus dari lembaga memiliki Skill Life (kecakapan hidup) yang diharapkan secara maksimal dia akan dapat melakukan sesuatu dan dapat dikaryakan sambil belajar di lembaga pendidikan yang lebih tinggi bahkan dengan keahliannya tersebut mampu kuliah dengan membiayai hidupnya dan dapat kuliah dari hasil karyanya sendiri.
2.   Madrasah Tsanawiyah Negeri Lengkonmg dapat mengkaryakannya untuk mengisi galeri batik Mts Negeri Lengkong yang telah dimiliki.
3.   Madrasah Tsanawiyah Negeri Lengkong memiliki target munculnya pengrajik batik khas lengkong nengan TRADE MARK (merek dagang) tertentu
4.   Madrasah Tsanawiyah Negeri Lengkong merasa memiliki kewajiban untuk mengembangkan daerah sekitar MTs Negeri menuju masyarakat yang lebih baik dimasa mendatang
5.   Target siswa dapat memiliki skill life (keterampilan) membatik dalam waktu 2 semester atau satu tahun dan akan belajar meningkatkan kualitas di tahun kedua dan ketiga sampai siswa lulus.

K. Harapan Dimasa Depan
          Adanya program ekstra unggulan daerah (PEUD) ini merupakan BRAND (citra) bahwa lembaga pendidikan disamping belajar ilmu pengetahuan yang dalam menuju proses untuk menjadi ilmuwan sejati lembaga pendidikan juga menyediakan Life Skill (keterampilan) untuk membuat siswa menjadi mandiri dan dapat bertahan hidup juga dapat melakukan kegiatannya menuntut ilmu sampai mati dengan modal keterampilannya, bahkan dapat membiayai hidupnya dari keterampilan itu.
Lembaga pendidikan yang bermerek Madrasah Tsanawiyah Negeri Lengkong tidak lagi boleh disebut Madrasah terbelakang, tidak maju, tidak menciptakan kemandegan belajar pasca lulus MTs Negeri lengkong, namun harus terdapat image (anggapan) bahwa setelah lulus dari MTS Negeri Lengkong dapat mengantarkan siswa meraih cita cita tertingginya bahkan mengantarkan siswanya menjadi Profesional, Berkualitas, Tercapai cita cita tertingginya dengan bekal keterampilannya.

L.  Tindak Lanjut Program
          PEUD (program ekstra unggulan daerah) ini ditargetkan siswa dapat membatik dalam dua semester atau satu tahun, akan tetapi dalam tahun berikutnya sampai siswa lulus wajib mengikuti  program pendalaman dan peningkatan kualitas (mutu) hasil karya dan seni membatik tersebut sehingga dapat menghasilkan produk yang berkualitas tinggi dan menjadi produk unggulan daerah Lengkong Nganjuk.

M.          Program Ektra Unggulan Daerah (PE-UD).
           program ektra unggulan ini bersifat  terbuka bagi sekolah dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI)  yang ingin mengikuti kegiatan ektra kurikuler ini dengan persyaratan yang disepakati oleh antar lembaga dan diharapkan ini dapat berjalan lancar dengan dukungan yang sangat luas dari masyarakat.

N. Kesimpulan
             Kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan mutu pendidikan dengan harapan sebagai berikut :
1.   Meningkatkan mutu pendidikan
2.   Meningkatkan skill life (kecakapan hidup)
3.   Meningkatkan daya tahan seseorang karena keterampilan yang dimiliki
4.   Meningkatkan daya saing pendidikan
5.   Memberikan peluang kepada masyarakat untuk mencari alternative pendidikan yang memiliki kualitas tinggi
6.   Memberikan kemungkinan kepada masyarakat untuk mengarahkan kepada putra putrinya untuk memilih lembaga pendidikan yng membekalinya dengan skill life.

O.Saran-saran
         Saran saran diharapkan dari berbagai pihak baik yang berkepentingan dengan program ini maupun tidak, saran dan kritik diharapkan dapat menyempurnakan rencana dan program ini agar program ini dapat berjalan dengan baik. Terima kasih disampaikan kepada semua orang yang telah memberikan sumbangan pemikiran dan tenaganya. Terima Kasih.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar