al azmi media

Sabtu, 15 Desember 2012

indah! hidup dengan 3 I


                                                                                Oleh  :  Ahmadi, Yasin, M.Sy.

Pemikiran   :   Iman, Islam dan ikhsan
          Iman, berarti percaya, hal ini yang mendasari orang yang beriman selalu percaya terhadap yang ghaib (yang tidak terlihat oleh mata) sehingga manusia semacam ini percaya adanya Tuhan, malaikat, isi al kitab yang telah dirutunkan Allah, kerasulan akan utusan  Tuhan, hari akhirat, kepastian yang telah ditetapkan Tuhan. Dengan mempercayai semua bersumber dari Tuhan manusia memiliki optimisme yang tinggi, harapan hidup yang baik ke depan sehingga seorang yang memiliki keimanan dan kepercayaan memandang hidup yang terbaik itu adalah kehidupan setelah mati. Sedangkan kehidupan dunia adalah kehidupan antara untuk menuju kehidupan akhirat (WALAL AKHIRATU KHOIRUW WAABQA) ; sungguh kehidupan akhirat itu adalah lebih baik dan lebih kekal.

         Islam yang memiliki dimensi deklaratif dan mengakuan yang terjelma dari dalam (hati) dengan penuh kesaksian yang memiliki dua dimensi yaitu Imanensi (Tuhan terdapat pada diri) dan dimensi Transendensi (Tuhan ada di luar diri) manusia, maka hal itu menjadi control menuju manusia sempurna. Mengamalkan ajaran Tuhan yaitu ajaran tentang kepatutan, kebaikan, morality, juga hal hal idealistis menurut hati nurani, dan menjauhkan ajaran hati nurani itu tentang keburukan, kebatilan dan sesuatu yang tercela. Dengan demikian manusia akan memiliki kesalehan kesalehan dan terjauh dirinya dari keangkaramurkaan. Dengan deklarasi : tentang Tuhan sesungguhnya segala sesuatu tercipta, terlaksana, kembali kepada Tuhan belaka tidak ada yang lain. Deklarasi kerasulan Nabi agung Muhammad SAW berupa kepercayaan (trust) akan ajaran yang dibawa rasul adalah benar dan harus dilaksanakan dan diikuti tentu larangannya haruslah diingkari dan jauhi.
        Ikhsan, kiranya manusia akan memiliki kesempurnaan yang kebaikannya melebihi malaikat (mahluk Tuhan yang tak bernafsu, birahi, dan kebutuhan abstraktif lain) kecuali mengabdi kepada Tuhan seru sekalian alam. Yaitu dia tidak pernah sedikitpun durhaka, selalu melakukan segala perintah dari Tuhannya. Manusia yang telah memiliki grade (tingkat) ini tentu memiliki kemampuan atas ijin Tuhan untuk mengabdi sesungguhnya kepada Tuhannya tanpa berbuat maksiat kepadaNya. Apakah dia dalam keadaan berdiri, tidur ataupun duduk. Dia memiliki pengabdian tinggi kepada TuhanNya seakan dia menyatu denganNya. Kesempurnaan yang dimiliki tentu memiliki muatan : mengosongkan diri dari berbuat dosa dengan membersihkan hatinya dari hal tercela ; iri, dengki, prasangka buruk dan hal lain yang tidak terpuji. Mengisi jiwa dengan nutrisi kebajikan dan kemulyaan serta hal hal yang membuat jiwa subur akan nilai ketuhanan tanpa bersarang nilai kesetanan. Penampakan diri sempurna sebagaimana dan seakan akan  sifat sifat ketuhanan yang dimilikinya ; penyayang, penyabar, pemaaf dan lainnya dengan sebutan sejumlah istilah bebaikan yang ada di muka bumi ini. Ini hanya tentu dimiliki para utusan Tuhan, kekasih Tuhan dan orang orang mendapatkan nikmat tentu bukan orang yang dimurkai Tuhan.
           Mudah mudahan KITA SEMUA TERMASUK ORANG YANG MENDAPATKAN NIKMAT DARI TUHAN DAN BUKAN ORANG YANG DIMURKAI TUHAN. Amiin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar